Hal istimewa dari Candi Sanggrahan adalah adanya pagar penahan dari batu bata yang masih utuh serta memiliki tinggi dua meter. Pagar penahan ini dihiasi oleh ornamen belah ketupat dalam posisi tidur. Gerbang masuknya sendiri berada di sebelah barat dan harus menaiki tangga selebar setengah meter. Gapuranya sendiri sudah runtuh dan hanya menyisakan bagian kakinya saja.
Candi Sanggrahan memiliki taman yang terawat, indah serta bebas dari sampah. Tak ayal, Candi Sanggrahan pernah mendapat penghargaan sebagai Candi Terbersih se-Jawa Timur dan menjadikannya sangat layak untuk dikunjungi.
| Klik Gambar Untuk Melihat Maps |
Membandingkan Candi Sanggrahan dengan candi-candi besar di Jawa Timur macam Candi Penataran jelas kalah populer. Namun untuk ukuran Tulungagung candi ini sudah relatif dikenal oleh masyarakat. Karena candi ini adalah yang paling besar ukurannya dibandingkan dengan peninggalan-peninggalan lain yang bertebaran di Tulungagung. Bahan candi terbuat dari batu andesit dan batu bata. Candi Sanggrahan merupakan bangunan yang berundak-undak yang terdiri atas batuan (lapisan paling bawah) yang tersusun atas batu bata, Candi Sanggrahan rnenghadap ke barat, karena di bagian itu ada tangga naik ke bilik candi. Namun biliknya sekarang sudah tiada.
Tidak beda dengan susunan candi pada umumnya, candi Sanggrahan juga dibagi atas bagian kaki, tubuh dan atap. Tetapi atap tersebut sekarang telah runtuh sama sekali. Pada kaki candi terdapat panil-panil dalam ukuran sama mengelilingi kaki candi. Antara kaki dan tubuh candi terdapat selasar sempit (semacam lantai yang sengaja dibuat untuk orang berjalan rnengelilingi candi). Bagian tubuh candi masih dalam keadaan baik, hanya bagian sisi sebelah barat yang sudah rusak. Sehingga batu isian (batu bata yang ada di bagian dalam untuk penguat candi) sebagian kelihatan. Pada bagian tubuh candi terdapat bidang panil yang kosong tanpa relief.
